Wahai hambaku!!
Aku heran pada orang yang yakin akan kematian, tapi ia hidup bersuka ria.
Aku heran pada orang yang yakin akan pertanggung jawaban segala amal perbuatan di akhirat, tapi ia asyik mengumpulkan dan menumpuk harta benda.
Aku heran pada orang yang yakin akan kubur, tapi ia tertawa terbahak-bahak.
Aku heran pada orang yang yakin akan alam akhirat, tapi ia menjalani kehidupan dengan bersantai-santai.
Aku heran pada orang yang yakin akan kehancuran dunia, tapi ia menggandrunginya.
Aku heran pada intelektual yang bodoh dalam soal moral.
Aku heran pada orang yang bersuci dengan air, sementara hatinya masih tetap kotor.
Aku heran pada orang yang sibuk mencari cacat dan aib orang lain, semntara ia tidak sadar sama sekali terhadap cacat yang ada pada dirinya sendiri.
Aku heran pada orang yang yakin bahwa allah senantiasa mengawasi segala perilakunya, tapi ia berbuat durjana.
Aku heran pada orang yang sadar akan kematiannya kemudian akan tinggal dalam kubur seorang diri lalu dimnintai pertanggung jawaban seluruh amal perbuatannya, tapi ia berharap belas kasih dari orang lain.
Sungguh tiada tuhan selain Aku, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Ku
Allah berfirman,
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Aku, tiada sekutu bagi-Ku, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Ku,
Barangsiapa tidak mau menerima suratan nasib yang telah Aku putuskan, tidak bersabar atas segala cobaan yang Aku berikan, tidak mau berterima kasih atas segala ni’mat yang Aku curahkan, dan tidak mau menerima apa adanya atas segala yang Aku berikan, maka sembahlah tuhan selain Aku.
Barangsiapa yang susah karena urusan dunia, sama saja ia marah kepada-Ku,
Barangsiapa mengadukan musibah yang menimpa dirinya pada orang lain, ia sungguh-sungguh berkeluh kesah pada-Ku, barangsiapa yang tidak bertambah tingkat pengahayatan keagamaannya, sungguh ia dalam keadaan selalu berkurang,
Barangsiapa yang terus menerus dalam keadaan berkurang, kematian adalah jauh lebih baik baginya.
Allah berfirman…
Wahai manusia terimalah anugerah yang Aku berikan dengan lapang dada, maka engkau tidak akan berharap pada pemberian orang lain, tinggalkanlah rasa dengki, maka engkau akan terhindar dari kegelisahan hidup, hindari perbuatan haram, maka engkau aman dari kerancuan dalam beragama, barangsiapa mampu menjaga diri dari membicarakan kejelekan orang lain, maka kecintaan-Ku akan ku anugerahkan kepadanya, barangsiapa yang mengisolasikan diri dari kerumunan orang, maka ia akan terhindar dari pengaruh jeleknya, barangsiapa mampu membatasi diri dari berbicara yang tidak ada gunanya, itu menandakan kematangan akalnya, barangsiapa menerima dengan lapang dada atas pemberian Allah yang sedikit, maka ia penuh percaya pada Allah,
Allah berfirman…
Wahai manusia…
Barangsiapa berduka karena persoalan dunia, maka ia akan kian jauh dari Allah, kian nestapa didunia. Dan semakin menderita di akhirat, Allah akan menjadikan hati orang tersebut dirundung duka selamanya, kebingungan yang tak berakhir, kepapahan yang berlarut-larut, dan angan-angan yang selalu mengusik ketenangan hidupnya,
Wahai manusia hari demi hari usiamu kian berkurang, sementara engkau tidak pernah menyadarinya, setiap hari Aku mendatangkan rizki kepadamu, semntara engkau tak pernah memujiku, dengan pemberian yang sedikit engkau tidak pernah mau lapang dada, dengan pemberian yang banyak engkau tidak juga pernah merasa kenyang, wahai manusia setiap hari Aku mendatangkan rizki untukmu, sementara setiap malam malaikat datang kepada-Ku dengan membawa catatan perbuatan jelekmu, engkau makan dengan lahap rizki-Ku, namun engkau tak segan-segan pula berbuat durjana kepada-Ku, Aku kabulkan jika engkau memohon kepadaku, kebaikan-Ku tak putus-putus mengalir untukmu, namun sebaliknya catatan kejelekanmu sampai kepada-Ku tiada henti, Akulah pelindung terbaik untukmu, sementara engkau hamba terjelek bagi-Ku, kau rauk segala apa yang Ku berikan untukmu, Ku tutupi kejelekan demi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan, Aku sungguh-sungguh malu kepadamu, sementara engkau sedikitpun tak pernah merasa malu kepada-Ku, engkau melupakan diri-Ku dan mengingat yang lain, pada manusia engkau merasa takut, sedangkan kepada-Ku engkau merasa aman-aman saja, pada manusia engkau takut di marahi, tetapi pada murka Ku engkau tak peduli…
Aku heran pada orang yang yakin akan pertanggung jawaban segala amal perbuatan di akhirat, tapi ia asyik mengumpulkan dan menumpuk harta benda.
Aku heran pada orang yang yakin akan kubur, tapi ia tertawa terbahak-bahak.
Aku heran pada orang yang yakin akan alam akhirat, tapi ia menjalani kehidupan dengan bersantai-santai.
Aku heran pada orang yang yakin akan kehancuran dunia, tapi ia menggandrunginya.
Aku heran pada intelektual yang bodoh dalam soal moral.
Aku heran pada orang yang bersuci dengan air, sementara hatinya masih tetap kotor.
Aku heran pada orang yang sibuk mencari cacat dan aib orang lain, semntara ia tidak sadar sama sekali terhadap cacat yang ada pada dirinya sendiri.
Aku heran pada orang yang yakin bahwa allah senantiasa mengawasi segala perilakunya, tapi ia berbuat durjana.
Aku heran pada orang yang sadar akan kematiannya kemudian akan tinggal dalam kubur seorang diri lalu dimnintai pertanggung jawaban seluruh amal perbuatannya, tapi ia berharap belas kasih dari orang lain.
Sungguh tiada tuhan selain Aku, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Ku
Allah berfirman,
Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Aku, tiada sekutu bagi-Ku, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Ku,
Barangsiapa tidak mau menerima suratan nasib yang telah Aku putuskan, tidak bersabar atas segala cobaan yang Aku berikan, tidak mau berterima kasih atas segala ni’mat yang Aku curahkan, dan tidak mau menerima apa adanya atas segala yang Aku berikan, maka sembahlah tuhan selain Aku.
Barangsiapa yang susah karena urusan dunia, sama saja ia marah kepada-Ku,
Barangsiapa mengadukan musibah yang menimpa dirinya pada orang lain, ia sungguh-sungguh berkeluh kesah pada-Ku, barangsiapa yang tidak bertambah tingkat pengahayatan keagamaannya, sungguh ia dalam keadaan selalu berkurang,
Barangsiapa yang terus menerus dalam keadaan berkurang, kematian adalah jauh lebih baik baginya.
Allah berfirman…
Wahai manusia terimalah anugerah yang Aku berikan dengan lapang dada, maka engkau tidak akan berharap pada pemberian orang lain, tinggalkanlah rasa dengki, maka engkau akan terhindar dari kegelisahan hidup, hindari perbuatan haram, maka engkau aman dari kerancuan dalam beragama, barangsiapa mampu menjaga diri dari membicarakan kejelekan orang lain, maka kecintaan-Ku akan ku anugerahkan kepadanya, barangsiapa yang mengisolasikan diri dari kerumunan orang, maka ia akan terhindar dari pengaruh jeleknya, barangsiapa mampu membatasi diri dari berbicara yang tidak ada gunanya, itu menandakan kematangan akalnya, barangsiapa menerima dengan lapang dada atas pemberian Allah yang sedikit, maka ia penuh percaya pada Allah,
Allah berfirman…
Wahai manusia…
Barangsiapa berduka karena persoalan dunia, maka ia akan kian jauh dari Allah, kian nestapa didunia. Dan semakin menderita di akhirat, Allah akan menjadikan hati orang tersebut dirundung duka selamanya, kebingungan yang tak berakhir, kepapahan yang berlarut-larut, dan angan-angan yang selalu mengusik ketenangan hidupnya,
Wahai manusia hari demi hari usiamu kian berkurang, sementara engkau tidak pernah menyadarinya, setiap hari Aku mendatangkan rizki kepadamu, semntara engkau tak pernah memujiku, dengan pemberian yang sedikit engkau tidak pernah mau lapang dada, dengan pemberian yang banyak engkau tidak juga pernah merasa kenyang, wahai manusia setiap hari Aku mendatangkan rizki untukmu, sementara setiap malam malaikat datang kepada-Ku dengan membawa catatan perbuatan jelekmu, engkau makan dengan lahap rizki-Ku, namun engkau tak segan-segan pula berbuat durjana kepada-Ku, Aku kabulkan jika engkau memohon kepadaku, kebaikan-Ku tak putus-putus mengalir untukmu, namun sebaliknya catatan kejelekanmu sampai kepada-Ku tiada henti, Akulah pelindung terbaik untukmu, sementara engkau hamba terjelek bagi-Ku, kau rauk segala apa yang Ku berikan untukmu, Ku tutupi kejelekan demi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan, Aku sungguh-sungguh malu kepadamu, sementara engkau sedikitpun tak pernah merasa malu kepada-Ku, engkau melupakan diri-Ku dan mengingat yang lain, pada manusia engkau merasa takut, sedangkan kepada-Ku engkau merasa aman-aman saja, pada manusia engkau takut di marahi, tetapi pada murka Ku engkau tak peduli…
saya akui,hati saya sebak setelah baca kata-kata di atas.
semuanya benar belaka!
pentingnya muhasabah diri kerana kita dapat melihat kesalahan diri dan cuba untuk memperbaiki
Astaghfirullah..
Astaghfirullah
Astaghfirullah..
Wahai Pemilik Nyawaku
Ampunkanlah dosa-dosa kami
1 ulasan:
Astaghfirullah.
Semoga hati-hati kita semua masih mengingatinya. huhu.
Sebak hati ini.
Malu juga.
Terima kasih atas perkongsian. Semoga memberi manfaat kepada pembacanya. :)
Catat Ulasan