Selasa, 18 Mac 2014

Hidupkan Hidupmu.

Setiap makhluk yang bernama MANUSIA itu, jika hidupnya sunyi dari ujian, itu bermakna dia sudah mati.

Jangan mati sebelum mati. Hidup ini perlu kita beri nyawa dengan nyawa "iman".

Hidup ini penuh dengan warna. Kadang-kadang berwarna putih, kadang-kadang berwarna hitam.

Ya, hidup ini bagaikan roda. Ada turun naik. Boleh di analogikan seperti basikal. 

Basikal, bila dikayuh, baru akan bergerak dan kita yang mengayuh pun, akan boleh duduk dengan selesanya sehinggalah kita berasa penat, kita berhenti.

Sebaik sahaja berhenti, jika tidak ditongkat, kita dan basikal sama-sama jatuh.

Begitu juga dengan bumi. Bumi ini berputar dan beredar, dan selagi dia terus mengikut perintah Allah untuk terus berputar dan beredar, selagi itulah kita boleh tinggal di atas bumi ini. 

Jika Allah memerintahkan dia untuk berhenti, saat itulah, bumi akan hancur.

Begitu juga kehidupan. Ada graf turun naiknya, jika senada plotnya, bermakna kita telah tiada. 

Kalam Ustaz Pahrol Md.Juoi :Kadangkala ada suatu masalah yang Allah takdir dalam hidup ini bukan untuk diselesaikan, tetapi untuk kita hidup bersamanya. Itulah saluran kita merintih dan berdoa kepadaNya..sentiasa...

Ya, kalam itu membuatkan hati saya sebak, yang teramat . Sangat setuju. 

Saya tidak tahu apakah ini rasa hati saya sendiri atau tidak. Tetapi, membaca bait-bait kata Ustaz Pahrol, seringkali terasa tepat tertembak dengan keadaan diri ini. Terasa dekat di hati.

Saya yakin, dia menulis melalui hati, bukan tangan.

Dalam hidup ini, banyaklah berbicara dengan Allah. Indah . Manis .

Saya, bukanlah orang yang layak berbicara berkenaan kesufian kerna saya bukan ahli sufi.



Jauh di sudut hatiku


Mahu saja aku MENANGIS SEKUAT HATI

Aku SEDANG BERTARUNG dengan diriku sendiri

TAK MUDAH

Allah sahaja TAHU apa yang terbuku di hati

Aku masih berada di dalam LAUTAN KEKURANGAN

Kadangkala aku TERGELINCIR kerana

Jalan kehidupanku penuh dengan kenikmatan

MAAFKAN aku kerana kadangkalanya AKU KHILAF

Terlupa ke arah mana yang patut aku tuju

SEBAK HATI tatkala aku terbayang

Bilakah WAKTU TERAKHIRKU?

Di manakah TEMPAT TERAKHIRKU?

Siapakah ORANG YANG TERAKHIR berada denganku?

Dengan CARA APAKAH aku mengakhiri cerita hidupku? 



Wahai Allah, dosa-dosaku, kesalahan-kesalahanku, aib-aibku terlalu banyak .
Tapi, Maha Baiknya diriMu, Engkau tidak pernah membuka aib hamba-hambaNya.

Bantu aku untuk terus menuju cintaMu, walau sebenarnya, aku lebih banyak terjatuh !
Bantu aku untuk bangun, berlari menuju diriMu.

Saat Itu .

20 Jamadilawwal 1435 H, Sabtu ini, genaplah usiaku 24 tahun.

24 tahun. Tapi , apa yang telah aku lakukan sepanjang Allah izinkan aku hidup atas muka bumi ini?

Jika Allah membuka segala aibku, nescaya TIDAK akan ada seorang pun yang sudi mendekatiku.

Saat kematian menjemput, bagaimana keadaan diri ? Husnul khatimah kah ? Atau suul khatimah ?

Saat dimandikan , harum atau busukkah jenazahku?

Saat dibawa ke kuburan , ringan atau beratkah jenazahku ?

Saat dimasukkan ke liang lahad, sempit atau luaskah kuburanku?

Saat didalam kubur, gelap atau terangkah kuburanku ?

Taman syurga, atau lubang nerakakah kuburanku?

Ketika berhadapan dengan Allah di sana nanti , apa amalan yang akan aku persembahkan ?

Aku banyak tertipu dengan dunia !

Masihkah aku punya masa untuk bertaubat ?

"Aku yakin Allah Maha Pengampun ."



Aku mohon pada sahabat-sahabat yang membaca blog aku , andai satu hari nanti Allah ambil nyawaku , sedekahkan Al-Fatihah untukku . Aku mengharapkan doa dari sahabat sahabiah yang soleh solehah .

Terima kasih sudi berukhuwwah denganku walau aku terlalu banyak kekurangan.

Maaf jika sepanjang aku bersahabat dengan kalian, aku tidak mampu menjadikan kalian mengingati Allah saat memandang wajahku.

Wahai Allah , terima kasih atas rasa-rasa keinsafan yang Allah kurniakan.

Rahmat dan RedhaMu, sangat aku harapkan .

Moga bertemu di syurga, tapi layakkah aku ?

"Aku seorang mujahidah, bermujahadah di jalanNya, sehingga saat aku kembali kepada Dia"



Nota hamba : "Bintang Hatiku" .




Isnin, 3 Mac 2014

Diri Ini, Dia Mengerti.

Adakala aku ingin menyendiri .

Adakala aku ingin membisu .

Adakala aku ingin lari .

Kerna terkadang rasa hatiku , aku bukan siapa - siapa.

Ada atau tidak aku, sama sahaja .


Di sini , aku ditarbiyah oleh Allah secara langsung . Allah mendidik aku agar untuk bergantung harap sepenuhnya hanya pada Dia , bukan manusia.

Memang perit saat aku melihat insan-insan lain yang gembira , bercerita sama teman-teman . Sedang aku menahan rasa hiba sendirian . Kerapkali dadaku sebak , tubir kolam mataku digenangi air. Menunggu saat untuk pecah .

Nah, semalam ! Akhirnya pecah empangannya . Aku sudah tidak mampu menahan .

Biarkan aku sendirian , kerna kini aku yang memilih untuk sebegitu.

Tersenyum aku saat seorang teman kelasku memberitahu " ingatkan Aira ok je, sebab nampak macam ni..."
(nampak macam ni , yang bermaksud, bertudung labuh , kelihatan tenang seperti tidak ada masalah )

Kalaulah boleh saja aku bercerita apa yang aku alami , nescaya tidak ada manisnya saat aku mengadu pada Dia.

Aku, keadaanku, hanya Dia mengerti.

"Ya Allah, sebenarnya , Aira penat . Aira nak berehat ."

Rindunya aku pada seorang abah , rindunya aku pada seorang emak , rindunya aku pada kaklong, dan dua orang adik perempuanku. Ya, setelah Allah dan Rasul, keluarga adalah insan-insan yang paling aku cintai kerna merekalah anugerah terindah buat diri ini.




# Rasa ingin memadam akaun FB yang sedia ada, tapi aku khuatir aku akan terlepas banyak info semasa , aku terlepas banyak update tentang sahabat-sahabat . Aku tidak punya laman sosial yang lain selain FB dan blog. Dulu, pernah punya Friendster, tapi tak sempat nak explore akhirnya, terbiar begitu sahaja . Pernah punya akaun Al-Wahy, pernah punya Yahoo Messenger , pernah punya Spring.me tapi semuanya sudah kupadam.

Kerna, padaku cukuplah dengan Facebook sahaja walaupun zaman ini hampir semua orang mempunyai Twitter, WeChat, Instagram, Whassap dan banyak lagi laman sosial yang akan tumbuh bagaikan cendawan.

Dan, aku terfikir , andai aku menyepi , adakah insan yang bertanyakan tentangku ?

Ingin aku rakamkan kisah kehidupanku dalam sebuah catatan , agar mereka yang membaca sedar , bukan mudah menjadi seorang Azaira . Dalam keramahan aku meluah, aku juga lebih gemar memendam .


 

احفظ الله يحفظك Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger